Tuesday, June 7, 2016

Administrasi Publik

GOOD GOVERNANCE-META GOVERNANCE
Perspektif Perubahan Hubungan Negara dan Masyarakat

John Dalberg-Acton sejarahwan, politikus dan penulis asal Inggris pada tahun 1887 mengemukakan kalimat yang sangat terkenal yang berbunyi "Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely. Great men are almost always bad men” yang menjelaskan bahwa kekuasaan cenderung akan korup dan kekuasaan absolut akan secara absolut pula untuk korup. Kalimat sederhana ini menegaskan kepada kita bahwa kekuasaan tidak boleh diberikan secara absolut karena akan cenderung untuk melakukan tindakan-tindakan penggunaan kekuasaan untuk kepentingan pribadi.
Berbagai konsep dan teori juga telah banyak dikemukakan oleh para ahli negara dan politik untuk membatasi kekuasaan agar tidak terjadi keabsolutan. Administrasi publik mengalami perkembangan paradigma secara dinamis. Diawali dengan Old Public Administration, di mana terjadi dikotomi locus dan fokus, dan masih kental orientasinya dengan government. OPA pada perkembangannya bergeser menjadi paradigma baru, yaitu  New Public  Management.
New Public Management (NPM) yang diperkenalkan oleh Christopher  Hood pada tahun 1991. New Public Management adalah suatu sistem manajemen desentral dengan perangkat-perangkat manajemen baru seperti controlling, benchmarking dan lean management. NPM dipahami sebagai privatisasi sejauh mungkin atas aktivitas pemerintah. NPM secara umum dipandang sebagai suatu pendekatan dalam administrasi publik yang menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dalam dunia manajemen bisnis dan disiplin yang lain untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas kinerja pelayanan publik pada birokrasi modern. Inti dari teori NPM ini adalah melalukan pembatasan peran pemerintah yang dinilai tidak efektif dan efisien, birokrasi bersifat kaku dan pembengkakan anggaran pemerintah serta rendahnya mutu kinerja pemerintah. Salah satu upaya yang disarankan dalam NPM ini adalah pemberlakuan mekanisme pasar dengan jalan privatisasi.
Dalam implementasi NPM tersebut juga mengalami pro dan kontra terhadap manajerialisme yang terjadi pada organisasi sektor publik. Pihak yang mendukung memandang NPM menawarkan suatu cara baru dalam mengelola organisasi sektor publik dengan membawa fungsi-fungsi manajemen sektor swasta ke dalam sektor publik. Sementara itu, Pihak penentang NPM mengkritik bahwa pengadopsian prinsip-prinsip manajemen sektor swasta ke dalam sektor publik tersebut merupakan adopsi yang tidak kritis. Tidak semua praktik manajemen sektor swasta baik. Jika sektor publik mengadopsi praktik manajemen sektor swasta maka hal itu juga berarti mengadopsi keburukan di sektor swasta ke dalam sektor publik. Selain itu, pengadopsian itu juga mengabaikan perbedaan yang fundamental antara organisasi sektor publik dengan sektor swasta. Manajerialisme menurut mereka yang kontra bertentangan dengan prinsip demokrasi. Kritik dari pendukung administrasi publik menyatakan bahwa hal-hal baik yang terdapat dalam model lama, seperti: standar etika yang tinggi dan pelayanan kepada warga negara menjadi dikesampingkan apabila sektor publik mengadopsi prinsip manajerialisme. Manajerialisme juga dicurigai sebagai bentuk kapitalisme yang masuk ke sektor public oleh karena itu teori ini juga dikenal sebagai salah satu teori neo-liberalisme.
Untuk menjawab kritik terhadap teori New Public Management, munculah konsep good governance.

GOOD GOVERNANCE
Good governance diterjemahkan sebagai tata pemerintahan yang baik merupakan tema umum kajian yang populer, baik di pemerintahan, civil society maupun di dunia swasta. Kepopulerannya adalah akibat semakin kompleksnya permasalahan, seolah menegaskan tidak adanya iklim pemerintahan yang baik. Good governance dipromosikan oleh World Bank untuk menciptakan tatanan pemerintahan yang sehat. Pemahaman pemerintah tentang good governance berbeda-beda, namun setidaknya sebagian besar dari mereka membayangkan bahwa dengan good governance mereka akan dapat memiliki kualitas pemerintahan yang lebih baik. Banyak di antara mereka membayangkan bahwa dengan memiliki praktik good governance yang lebih baik, maka kualitas pelayanan publik menjadi semakin baik, angka korupsi menjadi semakin rendah, dan pemerintah menjadi semakin peduli dengan kepentingan warga.
Tata laksana pemerintahan yang baik ini dapat dipahami dengan memberlakukan delapan karakteristik dasarnya yaitu:
1.    Akuntabilitas (Accountability), meningkatkan akuntabilitas para pengambil keputusan dalam segala bidang yang menyangkut kepentingan masyarakat.
2.    Pengawasan (Controlling), meningkatkan upaya pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dengan mengusahakan keterlibatan swasta dan masyarakat luas.
3.    Daya Tanggap (Responsiveness), meningkatkan kepekaan para penyelenggaraan pemerintahan terhadap aspirasi masyarakat tanpa kecuali.
4.    Profesionalisme (Professional), Meningkatkan kemampuan dan moral penyelenggaraan pemerintahan agar mampu memberi pelayanan yang mudah, cepat, tepat dengan biaya terjangkau.
5.    Efisiensi & Efektivitas (Effectiveness & Efficient), menjamin terselenggaranya pelayanan kepada masyarakat dengan menggunakan sumber daya yang tersedia secara optimal & bertanggung jawab.
6.    Transparansi (Transparancy), menciptakan kepercayaan timbal-balik antara pemerintah dan masyarakat melalui penyediaan informasi dan menjamin kemudahan didalam memperoleh informasi.
7.    Kesetaraan (Equality), memberi peluang yang sama bagi setiap anggota masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya.
8.    Wawasan ke depan (Strategic Vision), membangun daerah berdasarkan visi dan strategis yang jelas, mengikuti-sertakan warga dalam seluruh proses pembangunan, sehingga warga merasa memiliki dan ikut bertanggungjawab terhadap kemajuan daerahnya.
9.    Partisipasi (Participation), mendorong setiap warga untuk mempergunakan hak dalam menyampaikan pendapat dalam proses pengambilan keputusan, yang menyangkut kepentingan masyarakat, baik secara langsung mapun tidak langsung.
10.  Penegakan hukum (Rule of Law), mewujudkan penegakan hukum yang adil bagi semua pihak tanpa pengecualian, menjunjung tinggi HAM dan memperhatikan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat.
Dengan demikian, pada dasarnya unsur-unsur dalam pemerintahan dapat dikelompokkan menjadi 3 kategori yaitu:

1.    Negara/Pemerintah
Konsepsi pemerintahan pada dasarnya adalah kegiatan kenegaraan, tetapi lebih jauh dari itu melibatkan pula sektor swasta dan kelembagaan masyarakat madani.
2.    Sektor Swasta
Pelaku sektor swasta menangkup perusahaan swasta yang aktif dalam interaksi dalam sistem pasar, seperti: industri pengolahan perdagangan, perbankan dan koperasi termasuk kegiatan sektor informal.
3.    Masyarakat Madani
Kelompok masyarakat dalam konteks kenegaraan pada dasarnya berada diantara atau ditengah-tengah antara pemerintah dan perseorangan, yang mencangkup baik perseorangan maupun kelompok masyarakat yang berinteraksi secara sosial, politik dan ekonomi.
Dalam konsep good governance hubungan ketiga pilar unsur-unsur pemerintahan tersebut harus saling terkait dan terkoordinasi dengan baik, karena setiap unsur memiliki peranan yang sama penting dan saling mempengaruhi (share of responsibilities) sehingga menciptakan sinergi dalam pola hubungan tersebut. Perbedaan paling pokok antara konsep government dan governance terletak pada bagaimana cara penyelenggaraan otoritas politik, ekonomi dan administrasi dalam pengelolaan urusan suatu bangsa. Konsep pemerintahan selama ini dipandang bahwa peranan pemerintah yang lebih dominan dalam penyelenggaran berbagai otoritas pemerintahan. Sedangkan dalam konteks governance mengandung makna bagaimana cara suatu bangsa mendistribusikan kekuasaan dan mengelola sumberdaya serta berbagai masalah yang dihadapi masyarakat dengan melibatkan semua unsur pemerintahan. Dengan kata lain, dalam konsep governance terkandung unsur demokratis, adil, transparan, rule of law, partisipasi dan kemitraan. Definisi good governance yang dikemukakan oleh IIAS adalah yang paling tepat meng-capture makna tersebut yakni “the process whereby elements in society wield power and authority, and influence and enact policies and decisions concerning public life, economic and social development”. Maksud dari kalimat tersebut adalah proses dimana berbagai unsur dalam masyarakat menggalang kekuatan dan otoritas, dan mempengaruhi dan mengesahkan kebijakan dan keputusan tentang kehidupan publik, serta pembangunan ekonomi dan sosial.
Sejalan dengan prinsip demokrasi, partisipasi masyarakat merupakan salah satu tujuan dari implementasi Good governance. Keterlibatan masyarakat dalam proses pengolahan lembaga pemerintahan pada akhirnya akan melahirkan kontrol sosial masyarakat terhadap jalannya pengelolaan lembaga pemerintahan. Kontrol masyarakat akan berdampak pada tata pemerintahan yang baik dan bersih berdasarkan prinsip-prinsip pokok Good governance, setidaknya dapat dilakukan melalui pelaksanaan prioritas program, yakni:
1.    Penguatan fungsi dan peran lembaga perwakilan. Pengaturan peran lembaga perwakilan rakyat, MPR, DPR, dan DPRD, mutlak dilakukan dalam rangka peningkatan fungsi mereka sebagai pengontrol jalannya pemerintahan. Selain melalukan check and balance, lembaga legislative harus pula mampu menyerap dan mengartikulasikan aspirasi masyarakat dalam bentuk usulan pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat kepada lembaga eksekutif.
2.    Kemandirian lembaga peradilan. Untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa berdasarkan prinsip Good governance peningkatan profesionalitas aparat penegak hukum dan kemandirian lembaga peradilan mutlak dilakukan. Akuntabilitas aparat penegak hukum dan lembaga yudikatif merupakan pilar yang menentukan dalam penegakkan hukum dan keadilan
3.    Profesionalitas dan integritas aparatur pemerintah. Perubahan paradigma aparatur negara dari birokrasi populis (pelayan masyarakat) harus dibarengi dengan peningkatan profesionalitas dan integritas moral jajaran birokrasi pemerintah. Akuntabilitas jajaran birokrasi akan berdampak pada naiknya akuntabilitas dan legitimasi birokrasi itu sendiri. Aparatur birokrasi yang mempunyai karakter tersebut dapat bersinergi dengan pelayanan birokrasi secara cepat, efektif, dan berkualitas.
4.    Penguatan partisipasi Masayarakat Madani (Civil Society). Peningkatan partisipasi masyarakat adalah unsure penting lainnya dalam merealisasikan pemerintah yang bersih dan berwibawa. Partisipasi masyarakat dalam proses kebijakan publik mutlak dilakukan dan di fasilitasi oleh negara (pemerintah). Peran aktif masyarakat dalam proses kebijakan publik pada dasarnya dijamin oleh prinsip-prinsip HAM. Masyarakat mempunyai hak atas informasi, hak untuk menyampaikan usulan, dan hak untuk melakukan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Kritik dapat dilakukan melalui lembaga-lembaga perwakilan, pers, maupun dilakukan secara langsung lewat dialog-dialog terbuka dengan jajaran birokrasi bersama LSM, partai politik, maupun organisasi sosial lainnya.
  1. Peningkatan kesejahteraan rakyat dalam rangka otonomi daerah. Untuk merealisasikan prinsip-prinsip Good Governance, kebijakan otonomi daerah dapat dijadikan sebagai media transformasi perwujudan model pemerintahan yang menopang tumbuhnya kultur demokrasi di Indonesia. Lahirnya UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah telah memberikan kewenangan pada daerah untuk melakukan pengelolaan dan memajukan masyarakat dalam politik, ekonomi, sosial, dan budaya dalam kerangka menjaga keutuhan NKRI. Dengan pelaksanaan otonomi daerah tersebut, pencapaian tingkat kesejahteraan dapat diwujudkan secara lebih cepat yang pada akhirnya akan mendorong kemandirian masyarakat

Keseluruhan perilaku para anggota birokrasi tercermin pada pelayanan pada seluruh masyarakat. Karena penerapan prinsip fungsionalisasi, spesialisasi dan pembagian tugas, sudah barang tentu menjadi bagian masyarakat suatu institusi tertentu. Prinsip pelayanan yang harus di berikan kepada rakyat atau masyarakat oleh birokrat adalah pelayanan yang bersifat adil, cepat, ramah, tanpa diskriminasi dan tanpa pilih kasih.
Tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih dapat di katakan baik apabila sistem pelayanannya yang baik sehingga menghasilkan produk pelayanan yang maksimal. Standar tata kelola pelayanan yang baik dan bersih sangat di tentukan pemberian  layanan publik yang lebih profesional dan efektif, efisien, sederhana, transparan, tepat waktu, responsif dan adaptif, dan sekaligus dapat membangun kualitas individu dalam arti menigkatkan kapasitas individu dan masyarakat untuk secara aktif  masa depannya. Responsif, kemauan untuk membantu konsumen bertanggung jawab terhadap mutu layanan yang diberikan,kompeten tuntutan yang dimiliki, pengetahuan dan keterampilan yang baik oleh aparatur dalam memberikan layanan. Pelayanan publik (public services) merupakan salah satu perwujudan dari fungsi aparatur Negara sebagai abdi masyarakat dan abdi negara. Pelayanan publik oleh birokrasi publik tadi adalah merupakan salah satu perwujudan dari fungsi aparatur Negara sebagai abdi masyarakat dan abdi Negara. Pelayanan publik oleh birokrasi publik dimaksudkan untuk mensejahterakan masyarakat (warga Negara) dari suatu Negara kesejahteraan (welfare state). Tujuan dari good governance adalah mewujudkan pendidikan politik kepada masyrakat (demokrasi), menciptakan sistem pelayanan yang efesien, efektif dan akuntabilitas.
META GOVERNANCE
Meta governance suatu konsep yang berkembang seiring dengan perkembangan teori good governance. Meta Governance merupakan teori yang berseberangan dengan teori neo liberalisme. Konsep neo liberal tersebut mendefinisikan secara tegas akan pemisahan ranah negara, pasar dan masyarakat. Pembagian ranah tesebut telah menfasilitasi pasar sebagai pemegang kekuasaan terbesar, sementara kapasitas negara mengalami pelemahan dan masyarakat dan masyarakat diposisikan sebagai konsumen dalam logika pasar tersebut. Urusan-urusan publik dikelola dengan semangat pasar dan akibatnya pelayanan urusan publik pun hanya diakses oleh mereka yang menitik berartkan kekuatan untuk bertransaksi dengan pasar.
Metagovernance (Meuleman, 2008) is a means by which to produce some degree of coordinated governance, by designing and managing sound combinations of hierarchical, market and network governance, to achieve the best possible outcomes from the viewpoint of those responsible for the performance of public-sector organisations: public managers as ‘metagovernors’.  Meta governance dianggap sebagai suatu alat untuk menghasilkan pemerintahan yang terkoordinasi dengan cara melakukan manajemen dan desain kombinasi dari hirarki, pasar dan jaringan pemerintah untuk mencapai outcome terbaik dari kinerja organisasi sektor publik. Tujuan dari meta governance sendiri antara lain adalah:
a.    Bertujuan untuk menyelesaikan masalah-masalah publik kolektif
b.    Bukan untuk kepentingan/keuntungan individu akan tetapi kepentingan bersama
c.    Mendorong dan menciptakan kelompok sosial yang berfungsi dengan baik.
Meta Governance dikenal sebagai teori “governance of governance”, dimana kata meta sendiri berarti “beyond” jadi meta governance diartikan sebagai pemerintahan yang melebihi governance. Koordinasi ketiga unsur penting dari meta governance inilah yang menjadi kunci keberhasilan konsep ini. Adapun karakteristik dari ketiga unsur tersebut adalah sebagai berikut:
Implementasi Meta Governance
1.    Pemerintah Hirarkhis (Hierarchical Governance)
Merupakan seluruh aktivitas aktor politik, sosial & administrasi sebagai sebuah upaya dengan tujuan tertentu untuk memandu, mengarahkan, mengontrol dan mengelola seluruh segi dan sektor kehidupan masyarakat. Kata kunci governingadalah memandu (guide), mengarahkan (steering), mengontrol (control) dan mengelola (manage). Dari empat kata kunci (mengontrol, mengarahkan, memandu dan mengelola), makna yang kemudian muncul adalah adanya arogansi actor terhadap masyarakat. Inilah hal (terutama kontrol dan steering karena control dan steering justru dianggap berpotensi mematikan proses pemberdayaan dan kemandirian sosial. Control dan steering dianggap wujud arogansi actor (pemerintah) yang seolah-olah memiliki hak legitimate untuk mengatur sepenuhnya masyarakat. Dalam konsep meta governance diperlukan perubahan paradigma peran pemerintah yang dulunya sentral mengatur segala aspek kehidupan warga negaranya, kini bergeser sebagai penentu aturan main (setting rule of the game) dan mengatur koordinasi hubungan pasar dan kelompok sosial, serta menjadi penengah jika terjadi konflik antara sosial group tersebut. Meta governance tidak berarti melemahkan eksekutif melainkan meredefenisikan posisi kekuatan eksekutif dalam new regulatory state. eksekutif kemudian menjalankan apa yang di sebut sebagai governance of governance. karakter model relational diantaranya;
a.    Keterlibatan publik yang luas dalam governance, misalnya civil society dan jaringan kebijakan global.
b.    Melampaui batas negara ala weberian dan westphalian yang melihat sovereignty of state sebagai kekuatan absolut dan,
c.    Transformasi governance ke dalam meta governance yang ditandai dengan keterlibatan, legitimasi dan monitoring berbagai  sumberdaya governance (actor) dan pengaturan.
2.    Mekanisme Pasar (Market)
Mekanisme pasar yang menjadi tujuan dari NPM mengutamakan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik. Ketika negara mengendalikan (memonopoli) seluruh sector pelayanan publik, tidak ada mekanisme kontestasi yang membuat arah pelayanan bersaing menjadi lebih baik. Berbeda halnya ketika bidang-bidang pelayanan ini di-share ke institusi privat, akan muncul hukum persaingan yang mengarah pada pelayanan yang lebih baik. Karena kredibilitas institusi privat penyelenggara layanan public ini dipertaruhkan di depan khalayak (penerima layanan), jika ada ketidakberesan, sewaktu-waktu public bisa menggugat dan hak institusi privat menyelenggarakan layanan public bisa dicabut dan berpindah ke institusi privat yang lain. Masyarakat/publik tak hanya sebatas civil (warga negara), akan tetapi sekaligus  menjadi customer (konsumen) yang berhak  mendapatkan pelayanan terbaik dari penyelenggara layanan. Asumsinya, jika tiap-tiap penyelenggara layanan public berlomba-lomba memperbaiki kualitas layanan kepada masyarakat, maka dengan sendirinya standart pelayanan dan kepuasan masyarakat akan meningkat. Ini sejalan dengan prinsip liberalism yang mengagungkan mekanisme persaingan terbuka, bahkan dalam segenap sector publik.
Dalam konsep meta governance berasumsi dengan prinsip market-oriented public service, warga Negara diasumsikan ada dalam kondisi egaliter, sehingga Negara tak perlu terlalu banyak campur tangan dalam upaya melayani public akan tetapi hanya menyiapkan peraturan dan aturan mainnya saja.
3.    Jaringan Pemerintah (Network Governance)
Terjadinya transformasi besar dalam memahami sistem politik dan pemerintahan dari konsep government yang terorganisasi secara hirarkis dengan sistem kesatuan yang dilengkapi perangkat hukum, peraturan dan tata tertib menuju governance yang lebih horizontal dengan jaringan pengaturan yang madiri (self-regulating network). Transformasi tersebut terjadi dikarenakan, meningkatnya peran lembaga politik internasional, teknik administrasi baru yang mendukung pengaturan sendiri (self-regulating) yang terlembaga dalam sistem politik dan kerjasama yang insentif antara pemegang otoritas publik dan actor private baik sebagai pasar maupun civil society.
Dalam beberapa hal network governance (NG) telah menghadirkan tantangan terhadap demokrasi liberal. Pertama, NG memandang rakyat bukan sesuatu yang given, namun merupakan hasil dari proses politik. Kedua, NG menghadirkan kritik terhadap model perwakilan. Konsep perwakilan hakekatnya bukanlah cermin masyarakat, tetapi dia adalah bagian ’masyarakat yang lain’. Hal ini merujuk pada pandangan elitisme perwakilan, partikularisme perwakilan dan perwakilan terbatas. NG juga mempertanyakan karakter otonom dari konsep perwakilan. Untuk itu NG menawarkan model partisipasi politik memberikan yang memberikan hak legitimasi kepada para aktor untuk merekontruksi indentitas yang diwakilinya dan membuat keputusan politik yang merujuk kepada indentitas kelompok yang diwakilinya. Meskipun mengajukan kritik terhadap governance yang berbasis pada logika pasar dan persaingan bebas, namum NG masih memberi ruang bagi logika tersebut dengan catatan harus tersedia akses bagi citizen yang memadai.
Ketiga,NG memandang administrasi tidak harus a-politis, karena pada kenyataannya sebenarnya administrasi memiliki pengaruh besar dalam proses policy, karena keterlibatannya yang langsung dan bahkan menentukan. Bahkan Lennart Lundquit (2000) memandang administrator publik memainkan fungsi sebagai catalist bagi proses kebijakan yang demokratis. Sedangkan politisi berada pada posisi mewakili kepentingan pemilih yang beragam. Persoalannya kemudian adalah bagaimana mengkonseptualisasikan dan melembagakan peran co-produser administrasi dalam proses interaksi kekuasaan ini. Keempat, NG melihat sistem politik dan sistem sosial tidak harus separated karena pada dasarnya saling mendukung dalam membangun persamaan/keadilan politik dalam masyarakat plural. kapasitas sosial masyarakat bisa dikembangkan dengan dukungan akses (endowment) dan pemberdayaan (empowerment).Social capacity can be improved with endowment and empowerment. Untuk lebih jelasnya pola hubungan dalam meta governance digambarkan sebagai berikut:

Bibliography

Bevir, M. (2011). The SAGE Handbook of Governance. London: SAGE Publication.
Meuleman, L. (2008). Public Management and the Metagovernance of Hierarchies, Network and Market. Berlin: Springer Berlin Heidelberg.
Pierre, J., & Peters, B. G. (2005). Governing Complex Societies, Trajectories and Scenarios. New York: Palgrave Macmillan.



Wednesday, September 17, 2014

Addiction

Its been so long since i write....i know..same old..same old story

In this occasion i want to write about my new addiction, which is buying skincare and cosmetics. kSince i hit puberty i have to struggle with acne til this day. first attemp, of course i'm going to skin clinic which is promise us to bring us a clear healthy skin.  thus working for 1-2 years period, the acne is gone and it looks healthy and spotless. however i have to spent hours and hours at this clinic every month, and also spent money on this. Years after years it not helping anymore, i have a rast *i dont how should i called it* it's like my skin begin to feel thinner and thinner, also i have a red marks on the cheeks.
Taking everything into consideration, and i'm also doing some web research then i decided to leave thos so called skincare clinic. I can not leave it at once because i tried it before and it is not working, people said that i am already addicted to it. So based on what i read on the web, some expert in skincare *namelyEmak2fromfelamedailyforum* suggest to leave it one by one.
So to substitute what i left behind, i have to serach for a new skincare, so i decide to use some mix and match skincare
1. Facial Treatment Essence (FTE) From SK II

The review of this product is really facinating, you will so itchy to try it, but the price is soooo overwelming. but everyone said that its worth the price. and i belive so when i actually use it. but beware you will have some purging in 2-3 weeks after using it. but after that your skin will be glowing, surely..i love it.
2. Hada Labo Skincare
It is also Japan Product that recently come to Indonesia, nowadays you can have it in nearest store in Jakarta *i'm not sure in other area:* It contain 3 main package that i know of *CMIIW* but i decided to mix and match it based on my needs. For Facial wash i used the green one, and then clear lotion the white one

As for anti aging series i used both night cream and essence, i am so love the essence, however for the cream i think its just so so.

3. Secret Key
As i read again and again some says that SK II is overprice and they suggest to use Starting Treatment Essence from Secret Key instead, and i also want to give it a try. And i already buy it *guilty as charged* but i am not yet use it, waiting for my FTE draining off. It says that the result is same as SK II but with a quarter of the price.  I also tried using snail gel cream, which is so refreshing

4. Mask
I read in some article that honey is really helping for the skin, but i didn't like the sticky sensation it give, so for it i try using honey, lemon water and baking soda. blend it and apply to your skin using a brush/or use your finger if you like. wait for an hour, and tadaaaaaaaa your skin will feel smoother and silkier.


and that its talking about addiction, i still try this and that, and will try to wrute it later



Friday, November 15, 2013

Happy News

At 5 pm when I'm ready to leave my office, the last thing to do is check my email....and tadaaaaa I got 2 new mails. 1 email related to my job and 1 more I didn't recognized the address. So I just click to open it. Actually it was the email I've been waiting for so long. The answer to my prayer. Shortlisting announcement of Australian Awards.
The bodypart of the email didn't contains the information I've been looking for, but I have to open it in the attachment. I'm so nervous at that time. Silly me...it just an email, but inside it will decide my future and my dreams.
With tremblings hands I open the attachment and I've been nominated as a nominee to take some test for ADS.
Therefore from now on I have to do my best to learning again about IELTS and my education planning
I need a lot of practise in speaking and prepare my interview because as I knew myself I really really bad in that area
So please cross your finger for me...

Sunday, September 1, 2013

One Great Step

Kim Sunggyu, Jang Dongwoo, Nam Woohyun, Le Howon, Lee Sunyeol, Kim Myungsoo, Lee Sunjong , Dan Nega...

Setelah melakukan penantian, finally they're here
and i'd like to take one great step to be closer to them

Thursday, August 29, 2013

Korea Craze in Motion

Well, aku juga tidak yakin mulainya kapan dan kenapa
tiba-tiba kata "korea" membuatku tersihir
seolah-olah menjadi "kiblat" kedua

Mungkin berawal dari drama-drama korea yang sejak sekolah sudah mulai khusu' kutekuni
mungkin ketika aku aku mulai belajar bahasa korea dengan dosen ganteng ala korea yang mengaku berasal dari Seoulo (red: Solo)
mungkin ketika aku aktif dalam dunia persilatan Taekwondo dan sempat merasakan didikan sabeum Kim asli Kukiwon Korea *dan asli unyu*
ditambah dengan promosi korean day yang rutin diadakan tiap tahun di kampus biruku

Semakin menjadi-jadi kegilaan dengan kpop culture
mulai mencintai wajah-wajah unyu para idol
bias yang kian lama kian menghijau saja
sampai kadang tidak hanya dipanggil nuna bahkan ahjumma

tapi tak menyurutkan niatku untuk mengejar mereka
mendatangi setiap konser idol pujaan
walo khalayak sekitar mengkritk, menghalau bahkan melarang
its my life, it is me who living with it
so chill out and take care you're god damn business
i'm happy living my life like this
period

toh fase ini tidak akan lama *maybe*
pada saatnya ketika aku sudah bersuami dan beranak aku akan menomor satukan mereka
diatas segalanya...di atas kecintaanku pada Kyuhyun, Chansung, Kai, Hoya
so for this time only, let me be..


dan tentang nasionalisme???
ketika aku mencintai negara lain sama *ataubahkanlebih* dari aku mencintai negaraku?
aku tidak pernah berfikir untuk ganti kewarganegaraan
karna disini tetaplah tanah airku
tempat dimana ari-ariku ditimbun ayahku
tempat dimana kedua orangtuaku berada
dan mungkin akan menjadi tempat aku dikuburkan
dan ketika aku tidak bangga menjadi orang Indonesia
karna hal-hal yang membanggakan, sudah mulai langka
bahkan punah sepertinya
tapi walau bagaimanapun Indonesia tetap Jaya

Monday, February 18, 2013


I just wanna copy paste the definition of archive which i found it in the link below 
http://oxforddictionaries.com/definition/english/archive
May I can be an archivist (professionally) someday...let the time answer it...
archive
Pronunciation: /ˈɑːkʌɪv/
Translate archive | into French | into German | into Italian | into Spanish
Definition of archive

noun

(usually archives)
  • a collection of historical documents or records providing information about a place, institution, or group of people:[as modifier]:a section of archive film
  • the place where historical documents or records are kept:they were allowed to study in the archives
  • a complete record of the data in part or all of a computer system, stored on an infrequently used medium.

verb

[with object]
  • place or store (something) in an archive.
  • Computing transfer (data) to a less frequently used storage medium such as magnetic tape:the entire directory will be archived

Derivatives

archival

Pronunciation: /ɑːˈkʌɪv(ə)l/

adjective

Origin:

early 17th century (in the sense 'place where records are kept'): from French archives (plural), from Latin archiva,archia, from Greek arkheia 'public records', from arkhē 'government'. The verb dates from the late 19th century

archive in other Oxford dictionaries

Definition of archive US English

Wednesday, February 13, 2013

New light

I especially write this post to welcome my new family member
I believed that she will bring a new light for us
It's been a long time we're waiting for this time
To hear her crying and make our home merrier
and of course her laughter will bring ours also

How i'm dying to meet you, little Salwa
How i wish i could be there and hold you
To share the happiness you bring to our home

Give us love, give us warm and be the part of us



Send a thousand love for my Niece 



Thursday, February 7, 2013

Arsip dan ketermarginalan

Bogor, 7 Februari 2013

Tak terasa *ataulebih tepatnya terasa sekali* sudah dua hari di kota hujan. Dan cocok seperti namanya dua haripun hujan terus. Datang ke kota ini dengan setengah hati, antara iklas rugas negara, dan keterpaksaan sebagai korban surat tugas. Merasa dipinggirkan...ya...apalagi dengan kasus sehari sebelum berangkat yang masih menyisakan gumpalan di hati. Berbeda dengan diklat sebelumnya yang kulakukan dengan keyakinan dan harapan, kali ini agak menyesakkan di dada.

Arsip, kata yang melekat dipikiranku, masih menyisakan keraguan juga. Apakah kata ini akan menjadi beban ataukah akan membawa masa depan masih menjadi misteri. Karna hati ini masih belum tergerak untuk mencintai bidang ini. 

Hari pertamapun kulalui tanpa rasa, seperti zombie rasanya. Mendengarkan mereka bicara rasanya seperti siksaan. Kesinisan dan keskepstisan bahkan curiga sempat terbersit di kepala. Di tengah hingar bingar rekan-rekan, aku hanya tersudut di pojok belakang dan asik dengan henponku, i don't care.
Tapi hari ini sesuatu terjadi, mungkin aku capek besikap sinis, ataukah merasa tidak ada gunanya sikap itu....riba-tiba aku memutuskan untuk mendengarkan, seseorang berkata untuk membuka hati. Lambat laun tegelitik untuk berpartisipasi, berkenalan dengan teman2 dari penjuru negeri, berbagi pengalaman, berpendapat, mempertanyakan hal yang mengganjal. 

Melihat dan mendengar semangat teman2, yang menempuh puluhan bahkan ratusan kilometer hanya untuk hadir di tempat ini, menyisihkan lawan2nya, meninggalkan keluarga...membuatku malu.  Mereka sudah berumur dan berbagai motivasi mereka datang kesini membuka jendela baru.
Aku tidak akan berjanji akan mencintai bidang ini, that's long way to go...paling tidak aku hanya bisa berjanji untuk lebih memberikan hatiku disini. As the time goes by, i think it's not as bad as i though before. But 32 more days to go is a long counting...


Thursday, January 24, 2013

Anna Karenina

      Last holiday...i spent my time to download and watch this movie. The Director and list of cast (Jude Law, Keira and Matthew Mc. Fadden) makes me wondering and expecting this movie to be as good as Pride and Prejudice which is still being my best Movie.
       I don't want to talk about the story or the synopsis because you can easily find it in imdb http://www.imdb.com/title/tt1781769/ . I just wanna write about what my opinion based on my point of view about the theme of this movie which is adultery. This movie didn't judge this type of adultery is wrong or right...
Anna Karenina who has a good husband and family, fall down on her knees and became outcast of her society because of love (or lust??). When some Man cheating behind his wife's back people will understand, forgive him and says it is in their nature. but when a woman cheating with another man it's  GREATEST kind of sin. Yes it is so double standart (remember the scarlett letter?) but c'est la vie...life is not fair.

And one lesson from this movie is sometimes God know what's best for us...The Sparkling, handsome, wealthy and powerful man and finally she married with ordinary man who really love her and happily ever after. Soulmate not always the perfect one, but the perfect for us...

Monday, January 14, 2013




Finally...I got my certificate...after struggling with post system and IALF...although how my former certificate disappear is still remain mystery...kqkqkqk

So here it is my score...no especially great but i feel good

Wednesday, January 9, 2013

Dear Teenager...


Kemaren sore dengan langkah optimis untuk berolahraga menapakkan kakiku ke sebuah arena olahraga di TC. namun akhirnya semangatku rusak karena kejadian menyebalkan dengan bocah yang sempat membuat suasana hatiku jelek...antara marah dan prihatin. Sebenarnya aku bukan tipe orang yang akan menegur atau bahkan memarahi orang. Selain menghabiskan energi juga aku pikir it will wasting my time without positive results. 
Apakah yang terjadi dengan etika dan moral remaja saat ini, apakah mereka tidak lagi diajarkan budaya di sekolah? apakaah orangtua mereka terlalu sibuk bekerja sehingga tidak bisa memperhatikan anaknya, ataukah derasnya arus globalisasi telah melunturkan itu semua?
But, in my humble opinion, bahkan negara dengan teknologi yang sangat maju seperti Jepang dan Korea saja amat sangat menghargai orang yang lebih tua. Mereka bahkan bisa membungkuk puluhan kali ketika bertemu seniornya. Walaupun mereka berdebat setidaknya itu dilakukan dengan beretika, lalu kenapa kita tidak bisa mengadopsi bubaya itu, sesama budaya timur?
Kilas balik, karena notabene aku dibesarkan dengan budaya jawa, sampai sekarang aku bahkan agak "takut" berbicara dengan orang tua karena aku diajari untuk menggunakan bahasa krama ketika berinteraksi dengan mereka dan karena aku tidak bisa maka aku memilih untuk diam.
Pemuda jaman sekarang bisa dibilang kurang ajar, dan bahkan kasar...aku sangat sakit hati ketika dia bocah belasan tahun memanggil orang yang belum dikenal dengan sebutan woiiii dengan nada yang kasar. 
Inikah sifat bangsa Indonesia yang digadang-gadangkan sebagai negara yang ramah dan baik hati ???? i don't think so 

Sunday, January 6, 2013

Ragaku....

Pada suatu ketika dalam perjalanan dengan armada burung biru menuju Citraland untuk bertemu dengan seorang kawan, setelah beberapa saat dalam kesunyian taksi terasa mencekam...tiba-tiba bapak driver bertanya "mbak sudah minus?" tanya beliau, aku agak kaget dengan pertanyaannya karena sedang konsen mengetik di WA sampai gak bisa jawab "maksudnya matanya sudah minus belum?" jelasnya. aku jawab "belum, kenapa pak? " dan mulailah beliau bercerita tentangb teorinya mengenai rusaknya kesehatan bangsa Indonesia akibat mie, ayam potong dan telur. Menurut Bapak tersebut dengan penjelasan yang sangat menarik perhatian saya kita terlalu lama dan terlalu banyak mengkonsumsi makanan instan yang notabene mudah dan cepat tersaji. 
Terlepas dari ketidak setujuan saya mengenai spesifikasi ayam dan telur, saya setuju poin dimana kita harus membatasi diri mengkonsumsi makanan instan, Walaupun saya juga menyadari bahwa hal itu sulit dilakukan oleh anak kos yang sangat tergantung pada makanan yang cepat dan gampang. 
Health issues memang sedang menjadi masalah yang sedang serius aku perhatikan karena beberapa faktor; overweight beratku sekarang sedang mencapai skala terberat selama 28 tahun, dan akan semakin bertambah kalo tidak segera diatasi. work pressure yang memaksa untuk duduk seharian dan membatasi gerak fisik disease threat maraknya hipertensi, gula darah dan kanker semakin mengancam bad eating habit karena sebagai anak kos tidak bisa menjaga makanan yang masuk ke tubuh sebaik pada waktu masih dirumah. Taking everything into consideration, saya berpikir bahwa perlu segera dilakukan tindakan nyata untuk lebih memperhatikan kesehatan.
Terkait dengan hal tersebut, dengen membulatkan tekad akhirnya memutuskan untuk serius melakukan fitness, dan semoga kali ini tidak terhenti pada niat semata tetapi ada realisasi nyata dan dilakukan secara reguler.  

Thursday, January 3, 2013

Unconfidence,....




The main reason i try to write in this blog is to maintaining my english skill, but sadly i used bahasa alot. I want to blame it to our basic education system, which is just make us remembering, and copying. We rarely doing some thinking, to speak our mind so when we grown up we can't all out as an adult.
However, like one of my friend saying that i wont give up...so i also will try not to give up and trying to speak out my mind.....trough this blog

Sunday, December 9, 2012

What Time Is It????





One of memorable night ever...
although it is the second time for me to watch 2PM concert show
but still it is wonderful

08122012
They comeback stronger
With more attractive costumes, live band, great lightning

compared to the last year, i enjoyed it more
because we're not over enthusiastic

Thursday, December 6, 2012



IELT's Result, not final yet but it's official

On target, although it really different from what i predicted..
i tough my reading was worse because i barely finished working on it
but actually it became my best achievement
but i know my weakness in writing and speaking
and it proven

but overall i'm satisfied with my result

Sunday, December 2, 2012

Back to basic



3 months holiday had already gone
Time back to basic
sekali lagi harus bergelut dengan RKAKL, tiket pesawat, booking hotel
kadang terpikir sebenarnya aku ini kerjaannya apa sih
Abdi negara atau travel agent
kayaknya kerjaannya sama kqkqkqkkqq

but anyway cest la vie...show must go on
menjalani yang harus dijalani


Tuesday, November 6, 2012

Midnight though

Denpasar, November 6th

Woke up in exactly 12 pm or 00 am this morning and didn't have anything to do. so i just took my phone and making this blog. i don't even know if this blog will stayed longer in the future because i'm too lazy to write and also didin't have a capability to it.
So i'm gonna write about my IELTs preparation course i take, which is why i'm here now in Bali. It's gonna be 3 months corse, and 3 weeks remaining till my IELT's test done. So i'm gonna used this blog to maintaining my writing skills, because my tutors said we need a lot practise, especially in speaking and writing.
for this weeks only we changed the tutor, native tutor -usually we had tutor with Sue, but she can't attended our class so it's with Nick now. although Nick is not  as fun as Sue but still it's quite interesting classes. He's like an expert in writing test, so he can give us enough material to increasing our writing quality. He give us 7 banned target for writing, but i think it's hard to achieve. i just set my goal on 6.5. but someone in my class said that we should stop hoping and dreaming for better ielts result so i have to stayed trying. Today class we trying to be an examiner for someone writing testtaker and judge his writing (i assumed its a he, because that terrible handwriting, yeahhh i know i'm stereotyping). When we judge someone it's seems so easy, but if we come the the real situation its terrible. tips from Nick today:
  1. intoduction: generally speaking, make sure we write clearly our position in introduction
  2. body text : planned needed, use linking words, use accurate vocab, grammar and simple and complicated grammar, variety, not need to write some irrelevant sentence, stick to the topic
  3. conclution: make sure we write conclution clearly, answering the question, and summarise

I know my weakness are in writing and speaking, we had speaking test with Agus in the morning and like always fate partnering me with Monika, and after that we listening the recorded result and it's terrible. i even can't stand listening to my own voice. it's ridiculous. i thought in 2 months leraning i will much better inproved but sadly its not